Masih mengenai cerita kehamilan nih, namun kali ini saya akan menceritakan masa akhir kehamilan saya yang lewat dari HPL (Hari Perkiraan Lahir). Jika kalian mengikuti cerita mengenai masa kehamilan saya di Happy Pregnancy! - Mempersiapkan Kelahiran di Montreal, Kanada (III) maka pada tanggal 5 Desember 2018 pada usia kandungan 38 minggu merupakan pertemuan kedua saya dengan dr. Ponette dan pertemuan selanjutnya akan dilakukan setiap minggu yang jatuh pada tanggal 12 Desember 2018 usia 39 minggu.
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Orang tua vs Seniman : Apakah karya yang berdampak NEGATIF masih bisa disebut sebuah karya ?
![]() |
| Photo by Annie Spratt on Unsplash |
Gak sengaja baca, pada salah satu media sosial ada akun yang sedang menyuarakan tentang dampak lagu ini terhadap perilaku anak. Komentar dari para orang tua bahkan yang masih singelpun memenuhi feed tersebut. Intinya mereka mendukung bahwa lagu harus ditarik dari pasaran. Jika benar mereka menginginkan hal tersebut terjadi, jelas mereka membatasi kreativitas seseorang dalam berkarya.
Pertanyaannya, apakah karya yang berdampak negatif masih bisa disebut sebuah karya ?
Aku sendiri masih menganggap itu MASIH sebuah karya. Anggap aja nih, anak kita menunjukan hasil karyanya yang terlihat jelek apa kita langsung mengatakan bahwa karyanya jelek ? Pasti gak dong, mesti kita berpikir gimana caranya nyemangatin supaya anak ini bisa bikin karya jadi lebih bagus lagi, kita puji dulu usahanya kemudian kita arahin kan.
Pasti kamu kepikiran, kan dia udah dewasa harusnya udah tau dong mana baik dan buruk. Kenapa kita harus samain dia dengan seorang anak ? Gini aja deh, siapa sih yang suka kalo karyanya dibilang jelek? Sebenarnya gpp bilang jelek, tapi PERHATIKAN ETIKA MEMBERIKAN KRITIK DAN SARAN please... Semua manusia punya hati, batu aja bisa terbelah kalo ketetesan air terus menerus apalagi hati manusia. Sayangnya hal yang paling mudah keluar bukanlah air tapi batu juga, maka terjadilah benturan yang sangat keras karena tidak ada yang mengambil peran sebagai air.
Pasti kamu kepikiran, kan dia udah dewasa harusnya udah tau dong mana baik dan buruk. Kenapa kita harus samain dia dengan seorang anak ? Gini aja deh, siapa sih yang suka kalo karyanya dibilang jelek? Sebenarnya gpp bilang jelek, tapi PERHATIKAN ETIKA MEMBERIKAN KRITIK DAN SARAN please... Semua manusia punya hati, batu aja bisa terbelah kalo ketetesan air terus menerus apalagi hati manusia. Sayangnya hal yang paling mudah keluar bukanlah air tapi batu juga, maka terjadilah benturan yang sangat keras karena tidak ada yang mengambil peran sebagai air.
Disatu sisi, aku sebagai orang tua SANGAT tau bahwa ini hanya satu dari banyak hal yang mempengaruhi perilaku anak tapi untuk membatasi kreativitas seseorang akupun kurang setuju. Mungkin jalan terbaik adalah memberikan pengertian kepada anak dan itu merupakan PR besar yang aku sendiri juga gak tau mampu atau gak (sedih ih..)
Ketika keduanya mempertahankan pendapatnya, apa dong solusinya ? Jalani aja. Menurutku keduanya saling memiliki peran.
Memang sebagai orang tua merupakan tanggung jawab kami untuk mendidik anak tapi bantulah kami untuk mendidik mereka dengan karya yang akan kalian buat.
5 Toko asia yang menyediakan produk Indonesia di Montreal, Kanada.
Senin, 16 Desember 2019
![]() |
| Photo by Bannon Morrissy on Unsplash |
Indonesia menjadi negara tersantai di dunia versi lastminute.com
Rabu, 14 Agustus 2019
Santuy dulu yuk!
Ngabisin waktu scroll media sosial sambil nyemil di atas kasur tuh, sesuatu banget deh. Apalagi ditambah baca komentar warganet dari negara berkembang haha. Aku jadi kepikiran kenapa bahasa gaul santuy yang berasal dari kata santai jadi bisa booming banget digunain oleh netizen, setelah wagelaseh, bucin dan bahasa gaul lainnya.
Beberapa konten mengaitkan kata santuy dengan sikap seseorang dalam mengambil keputusan, misalnya saat gempa terlihat seseorang lebih memilih tidur dibanding harus menyelamatkan diri. Banyak orang yang merespon konten tersebut seakan itu adalah alasan kenapa Indonesia menjadi negara tersantai di dunia.
Apa ini berkaitan setelah Indonesia ditetapkan sebagai most chilled-out country in the world versi Lastminute.com ?
Ngabisin waktu scroll media sosial sambil nyemil di atas kasur tuh, sesuatu banget deh. Apalagi ditambah baca komentar warganet dari negara berkembang haha. Aku jadi kepikiran kenapa bahasa gaul santuy yang berasal dari kata santai jadi bisa booming banget digunain oleh netizen, setelah wagelaseh, bucin dan bahasa gaul lainnya.
Beberapa konten mengaitkan kata santuy dengan sikap seseorang dalam mengambil keputusan, misalnya saat gempa terlihat seseorang lebih memilih tidur dibanding harus menyelamatkan diri. Banyak orang yang merespon konten tersebut seakan itu adalah alasan kenapa Indonesia menjadi negara tersantai di dunia.
Apa ini berkaitan setelah Indonesia ditetapkan sebagai most chilled-out country in the world versi Lastminute.com ?
Langganan:
Postingan (Atom)




